Webmaster SEO Tools

Free xml sitemap generator

Laman

Tukang Becak Penyumbang Ratusan Juta untuk Yatim Piatu

Tak perlu menggembar-gemborkan sudah berapa banyak kita menyumbang orang karena mungkin belum sepadan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bai Fang Li. Kebanyakan dari kita menyumbang kalau sudah kelebihan uang. Jika hidup pas-pasan keinginan menyumbang hampir tak ada.

Bai Fang Li berbeda. Ia menjalani hidup sebagai tukang becak. Hidupnya sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya tinggi. Pergi pagi pulang malam mengayuh becak mencari penumpang yang bersedia menggunakan jasanya. Ia tinggal di gubuk sederhana di Tianjin, China.

Ia hampir tak pernah beli makanan karena makanan ia dapatkan dengan cara memulung. Begitupun pakaiannya. Apakah hasil membecaknya tak cukup untuk membeli makanan dan pakaian? Pendapatannya cukup memadai dan sebenarnya bisa membuatnya hidup lebih layak. Namun ia lebih memilih menggunakan uang hasil jerih payahnya untuk menyumbang yayasan yatim piatu yang mengasuh 300-an anak tak mampu.

Tersentuh

Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6 tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat upah dari para ibu yang tertolong jasanya.


Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat sampah untuk makannya. Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk mengisi perutnya. Ketika ia tanya, ternyata si anak tak mau mengganggu uang hasil jerih payahnya itu untuk membeli makan. Ia gunakan uang itu untuk makan kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana mereka tinggal. Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya entah di mana.


Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya tersentuh. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu di mana di sana ada ratusan anak yang diasuh. Sejak itu Bai Fang Li mengikuti cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya untuk kehidupan sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim piatu tersebut.

Tak Menuntut Apapun

Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya. Pada tahun 2001 usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih. Ia bilang pada pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi mengayuh becak karena kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa sumbangan terakhir sebanyak 500 yuan atau setara dengan Rp 675.000.

saat sedang berada di rumah sakit








Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000 yuan atau setara dengan Rp 472,5 juta. Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu kalau selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut. Tahun 2005, Bai Fang Li meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.



akankah kita yang rata-rata sudah hidup berkecukupan bisa seperti Bai Fang Li?

kisah Bai Fang Li membolak-balikkan paradigma kita akan arti kekayaan yang sesungguhnya...kebahagiaan yang hakiki adalah ketika kita berbagi kepada orang lain..

semoga bisa menginspirasi kita...
READ MORE » Tukang Becak Penyumbang Ratusan Juta untuk Yatim Piatu

Kondisi DARAH Manusia Ketika Berdoa , Sedih ,Takut, Dan Jatuh Cinta

Sebuah penelitian dilakukan oleh pakar EFT untuk menunjukkan bagaimana kondisi darah manusia disaat normal, sedih, gembira, jatuh cinta dan saat berdoa. EFT itu sendiri apa sih??? Untuk lebih jelasnya silahkan search sendiri di google. Oke, kita lanjutkan saja. Pakar EFT tersebut mengambil sampel darah seorang pasien (Rebecca) kemudian memotretnya dengan menggunakan “darkfield microscope” yang dihubungkan dengan monitor komputer. Dan tampaklah perubahan drastis pada darah Rebecca tersebut setiap kali emosinya berubah. Berikut ini adalah foto darah seorang Rebecca sebelum dan sesudah melakukan EFT.

Sebelum melakukan EFT (sel darah merah menggumpal oleh Lectin yang didapat dari alergi ayam & alpukat ). Sesudah melakukan EFT ( sel darah merah menjadi normal kembali ). Kemudian Rebecca melakukan EFT lagi dan mengundang emosi “sedih” dengan cara memikirkan saat-saat sedih sampai dia menangis, lalu sang pakar EFT ( Dr. Felicy) mengambil sampel darahnya lagi.


Kondisi darah saat sedih:


sel darah begerak cepat dan berbentuk air mata. Lalu Rebecca menggunakan EFT untuk mengundang energi “cinta” untuk memasuki tubuh dan darahnya. Dan seketika darahnya kembali normal, dan sel-sel darah bergerak dengan indah dan timbul substansi yang berkilauan dalam cairan darah.

Kondisi darah saat merasakan cinta :


sel darah bergerak pelan dan cenderung berkumpul Satu kenyataan menarik pada sampel darah saat “sedih” terjadi perubahan seperti pada sampel darah saat “merasakan cinta”. Jadi walaupun darah itu sudah meninggalkan tubuh Rebecca ia tetap masih berhubungan dengan pemiliknya.

Kemudian seorang Rebecca mengundang rasa takut dan memikirkan kejadian menakutkan yang pernah ia alami. Dan sel-sel dalam darahnya bergerak tidak beraturan dengan sangat cepat (ditunjukkan pada gambar dibawah dimana terlihat sel-sel darah saling berjatuhan). Mungkin ini adalah akibat dari produksi adrenalin sebagai reaksi normal atas rasa takut.

Kondisi darah saat merasa Ketakutan



Lalu Rebecca mecoba untuk memikirkan “sifat feminine Tuhan”. Dalam keyakinan agamanya ia sebut “divine mother”, sifat penyayang, penyantun dan pemelihara ( dalam islam disebut sifat “Jamaliah” Allah). Dan memohon kepada-Nya untuk menyalurkan energi feminine itu kedalam tubuh dan darahnya. Saat berdoa tersebut, Rebecca merasakan seperti ini “saya merasakan gelombang energi yang begitu besarnya menyelimuti diri saya, saya sampai menangis bahagia karenanya”, begitu Rebecca tersebut menggambarkan pengalamannya.

Saat sampel darah Rebecca diambil setelah berdoa dan merasakan pengalaman religius itu, kemudian dilihatkan dibawah mikroskop yang dihubungkan dengan komputer, semua yang hadir dilaboratorium itu seketika terdiam dan terpana karena melihat komdisi darah yang sama sekali berbeda dengan yang lain, cairah darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Di dalam sel darah terdapat substansi yang bercahaya dan berdenyut seperti denyutan jantung mini.

Kondisi darah saat "berdo’a"


Kondisi darah saat "berdo’a" (timbul substansi putih berkilauan dan darah bergerak pelan dan sangat teratur)

sumber

READ MORE » Kondisi DARAH Manusia Ketika Berdoa , Sedih ,Takut, Dan Jatuh Cinta

Bibit Kehidupan Bumi dari Luar Angkasa?

Sejumlah ilmuwan menemukan air beku alias es dan molekul organik dalam asteroid bernama 65 Cybele. Ini merupakan asteroid kedua yang mengandung unsur dan cikal bakal kehidupan Bumi.

Seperti dikutip dari laman The Telegraph edisi 9 Oktober 2010, penemuan ini akan memperkuat ide bahwa asteroid membawa unsur utama kehidupan Bumi. Temuan ini dibahas dalam pertemuan ilmuwan planet di Pasadena, Amerika Serikat.

Ilmuwan juga menduga bahwa bibit kehidupan Bumi sebenarnya dari luar angkasa kemudian dibawa masuk ke Bumi oleh asteroid. Peneliti ini juga menyimpulkan hal serupa saat April lalu, mereka menemukan bukti pertama pada asteroid bernama 24 Themis. Kedua asteroid ini ditemukan di sabuk asteroid yang berada antara Mars dan Jupiter.

"Penemuan ini juga mengindikasikan bahwa wilayah tatasurya kita mengandung air beku lebih banyak dari perkiraan semula," kata Profesor Humberto Campinsan, ahli astronomi dari University of Central Florida. Dia juga mempimpin tim ilmuwan dalam penelitian ini.

"Ini mendukung teori bahwa asteroid telah menghantam Bumi dan membawa air ke planet kita ini dan membangun blok dan format kehidupan di planet ini."

Profesor Campins memaparkan penemuannya dalam pertemuan rutin 'American Astronomical Society’s Division for Planetary Sciences' di Pasadena, California.

Asteroid 65 Cybele ini lebih besar dibandingkan 24 Themis, dengan diameter 180 miles. Sedangkan, Themis berdiameter 124 miles.
READ MORE » Bibit Kehidupan Bumi dari Luar Angkasa?

Google Kembangkan Mobil Otomatis

Google mengumumkan bahwa mereka mengembangkan mobil yang bisa mengemudikan diri sendiri secara otomatis di jalan raya. Mobil tersebut sudah diuji coba di jalan-jalan di sekitar California selama beberapa bulan terakhir.

Meski proyek ini merupakan proyek yang tidak lazim yang dikerjakan Google, akan tetapi menurut sejumlah analis, mobil otomatis memiliki kelebihan yang sangat penting. Dan sejauh ini, baru satu kecelakaan yang terjadi pada mobil tersebut yakni ditabrak dari belakang oleh mobil yang dikendarai manusia saat mobil otomatis itu berhenti di lampu merah.

Sejak beberapa waktu lalu, mobil itu sudah dites di jalan sekitar California dari Silicon Valley ke Santa Monica. Secara total, jarak sejauh 140 ribu mil sudah ditempuh. Akan tetapi, demi menjaga keamanan, jika terjadi kerusakan mendadak pada sistem, setiap mobil yang diuji coba tetap ditumpangi manusia. Satu orang di kursi sopir untuk berjaga-jaga, satu orang di kursi penumpang untuk memonitor kerja software lewat komputaer.

Seperti dikutip dari Mashable, 11 Oktober 2010, Google mempekerjakan insinyur yang sebelumnya pernah berpartisipasi dalam kompetisi dan balapan yang melibatkan mobil otomatis. Langkah ini merupakan titik penting yang diambil Google, yang sudah mulai mengembangkan teknologi itu sejak tahun 2005 lalu.

Salah satu tujuan Google dalam menggelar proyek ini adalah demi keamanan lalu-lintas. Google yakin, teknologi dapat memangkas separuh kematian akibat berkendara karena komputer seharusnya mampu menyetir kendaraan lebih baik dibanding manusia, dalam kondisi yang tepat.

Kendaraan yang dikembangkan Google juga memiliki kemampuan bereaksi yang cepat dalam waktu singkat. Selain itu, kemampuannya memantau hingga 360 derajat memungkinkan kendaraan itu berjalan lebih rapat di jalan raya dibandingkan dengan kendaraan yang dikemudikan manusia. Ini diyakini dapat mengurangi panjangnya antrian kendaraan. Komputer juga lebih berhati-hati saat menginjak gas, sehingga mereduksi konsumsi bensin.

Akan tetapi, yang paling diincar oleh Google dengan mobil otomatis ini adalah waktu yang bisa dihemat oleh pengendara. Saat mereka di mobil, mereka tidak perlu menyetir. Pengendara bisa melakukan hal produktif seperti bekerja lewat koneksi internet nirkabel, menyaksikan siaran televisi atau menikmati hiburan lainnya.

Google sendiri memang tidak menyebutkan secara eksplisit, akan tetapi menurut sejumlah pengamat, pengendara tersebut berpotensi menghabiskan waktunya lebih banyak dalam memanfaatkan produk-produk Google atau menyimak iklan yang digelar di jaringan Google.

Teknologi mobil otomatis ini masih cukup jauh dari sempurna. Diperkirakan, masih dibutuhkan sekitar 8 tahun sampai mobil dapat dipasarkan. Belum lagi masalah dengan aturan dan undang-undang seputar lalu-lintas yang mengasumsikan bahwa manusialah yang menggerakkan kendaraan yang melintas di jalan.

Komputer mampu menyetir kendaraan lebih baik dibanding manusia dalam kondisi yang tepat.
READ MORE » Google Kembangkan Mobil Otomatis

Dunia Manusia Pertama Terdekat dengan Lava Pijar

Petualang ekstrim Geoff Mackley akhirnya merealisasikan hobi barunya. 'Nongkrong' di kawah gunung berapi.

Seperti dilansir FOXnews, dalam video terbarunya, Mackley melemparkan senyun dengan latar belakang deburan ombak lava pijar. Video dari bibir jurang lava panas itu sudah diunduh ke Youtube. Hasilnya, sudah bisa diduga panen kunjungan.

Pria 44 tahun asal Selandia Baru itu memang tidak asing dengan hal-hal yang sangat luar biasa bahaya.

Bersama seorang temannya dan juru kamera Joe Morgan, Mackley menghabiskan beberapa tahun terakhir mengejar badai yang sempurna, mengikuti Taiwan Topan Dujan sebelum menghampiri Topan Isabel di Carolina Utara.

Tidaklah mengherankan jika dia diberi julukan Dangerman. Bahkan Discovery Channel menciptakan serial TV dan menyebut dia daredevil atau si pemberani. Mackley selalu mencari sensasi. Kini, dia memilih gunung berapi Marum di Pulau Ambrym, Samudra Pasifik Selatan.

Puncak dari sepuluh tahun perencanaan itu sudah dilaksanakan. Mackley dan timnya turun 500 meter ke dalam jurang gunung berapi.

Ini adalah manusia pertama yang memiliki jarak terdekat dan memberanikan berada di dalam lava gunung Marum yang sedang bergolak mendidih. Gunung ini telah meletus beberapa kali selama abad terakhir, terakhir pada tahun 2008.

Berbekal baju pelindung perak dan tabung oksigen, Mackley bisa mendekat hingga hanya sekitar 100 meter. Bahkan timnya akan pergi lebih jauh "Tapi kami tidak memiliki tali yang cukup," kata Mackley kepada London Daily Mail.

"Tidak ada kehidupan di dunia ini yang begitu dekat dengan tontonan seperti ini," tulis Mackley di situsnya. Mereka akan kembali beberapa bulan kemudian. Mengulangi misi ini.

Pakar gunung berapi sangat tidak menganjurkan bagi manusia untuk melakukan itu. Meski disebutkan tindakan ekstrim itu sangat mungkin dilakukan manusia.
READ MORE » Dunia Manusia Pertama Terdekat dengan Lava Pijar

Binatang Misterius Saola Muncul di Laos

Untuk pertama kali setelah sepuluh tahun, binatang misterius bertanduk dua, Saola (Pseudoryx nghetinhensis), terlihat di pegunungan Annamite yang terbentang antara Laos dan Vietnam. Sayang, setelah ditangkap, binatang pemalu ini meninggal.

Dalam rilis yang disiarkan International Union for Conservation Nature (IUCN) pada 16 September 2010, Saola yang berkerabat dekat dengan kerbau (Bubalus bubalis) ini ditangkap penduduk pada akhir Agustus lalu di Provinsi Bolikhamxay, Laos.

Ketika berita penangkapan itu sampai ke pemerintah Laos, Dinas Kehutanan dan Pertanian Provinsi Bolikhamxay atas saran IUCN Saola Working Group dan Wildlife Conservation Society (WCS) memeriksa Saola dan lalu melepaskannya kembali. Namun sayang, karena terlalu lama ditangkap, Saola keburu meninggal meski gambarnya sempat diabadikan.

"Kami berharap informasi yang didapat dari kejadian ini bisa memastikan ini bukanlah terakhir kalinya penampakan Saola," kata William Robichaud, Koordinator IUCN Saola Working Group. Harapan ini karena penampakan terakhir kali sebelum ini saat direkam kamera jebakan pada 1999.

Jasad Saola yang meninggal ini dibawa ke Pakxan, ibukota provinsi, di mana biolog dari WCS dan pemerintah Laos menganalisisnya. Inilah kali pertama spesimen Saola didapatkan secara utuh.

"Studi jasad ini bisa menghasilkan beberapa hal," kata Dr. Pierre Comizzoli, seorang ahli hewan dari Smithsonian Conservation Biology Institute dan anggota IUCN Saola Working Group. "Kekurangtahuan kita mengenai biologi Saola adalah hambatan utama untuk mengkonservasinya."

Sementara itu, pemerintah Laos meminta penduduk di sekitar kawasan Saola hidup untuk tak pernah menangkap Saola. "Sebagai pihak dari Konvensi Keragaman Hayati dan bagian dari Strategi Konservasi Keragaman Hayati Nasional, Laos berkomitmen untuk menjaga keragaman hayati dan kami ingin memberi perhatian khusus pada "spesies berstatus" seperti Saola ini," kata Bouaphanh Phanthavong, Direktur Konservasi Hutan Laos.

Saola pertama kali ditemukan pada 1992 di Cagar Alam Vu Quang di Vietnam, dekat perbatasan dengan Laos. Dengan dua tanduk panjang dan tanda putih di kepala, Saola mirip antelop di Afrika Utara, meski sebenarnya lebih berkerabat dekat dengan kerbau.

Saola bersama kerbau termasuk dalam Suku Bovini. Jika kerbau dan anoa masuk dalam genus Bubalus, maka Saola merupakan genus tersendiri yang disebut Pseudoryx. Saola menjadi satu-satunya spesies yang masuk genus ini.

Saola sangat pemalu dan tak satupun biolog pernah melihatnya di alam bebas. IUCN memasukkan Saola dalam Daftar Merah Hewan Terancam Punah, karena diperkirakan tak lebih dari 100 ekor yang hidup. Saola juga tak ada di kebun binatang, karena tak diketahui cara menangkarkannya. Binatang misterius ini diduga adalah basis mitos binatang bertanduk satu dalam kebudayaan China yang dinamakan Qilin, meski saat ini tak ada lagi hidup di kawasan China.
READ MORE » Binatang Misterius Saola Muncul di Laos

Hubble "Mengambil" Spiral Misterius

Foto spiral misterius yang berada di dekat sebuah bintang yang menyala diabadikan teleskop luar angkasa, Hubble milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Foto tersebut diambil menggunakan cahaya infra merah.

Seperti dimuat situs NASA, hingga kini ilmuwan belum menemukan apa penyebab struktur spiral aneh tersebut. Mereka juga tidak punya ide, mengapa spiral itu juga bersinar.

Diduga kuat, spiral terang itu disebabkan cahaya yang dipantulkan bintang-bintang di dekatnya.

Sementara spiral tersebut diduga hasil dari bintang yang berada dalam sistem bintang biner -- yang memasuki fase planetary nebula -- ketika ia melepas atmosfer terluarnya.

Dengan tingkat ekspansi dari gas spiral, lapisan baru seharusnya tampak setiap 800 tahun.

Ini bukan spiral pertama yang ditangkap Hubble. NASA melalui Teleskop Hubble mengabadikan foto menakjubkan, sebuah galaksi spiral yang jaraknya triliunan mil dari Bumi.

Galaksi spiral yang ditangkap Teleskop Hubble

Galaksi yang dinamakan NGC 4911 berbentuk melingkar, seperti roda.

Galaksi itu terletak 320 juta cahaya dari Bumi -- tepatnya di 'Coma Cluster' -- yang terdiri dari 1.000 galaksi dan kumpulan bintang-bintang yang mirip dengan Galaksi Bima Sakti.

NASA memberi judul gambar itu, 'Island Universe' atau 'Pulau Alam Semesta' -- menunjukkan wajah megah galaksi spiral di konstelasi Coma Berenices utara, di tengah lautan bintang-bintang.

Galaksi ini terdiri dari jalur yang kaya debu dan gas di dekat pusat lingkaran galaksi

Diduga kuat, spiral terang disebabkan cahaya yang dipantulkan bintang di dekatnya.
READ MORE » Hubble "Mengambil" Spiral Misterius

Hubble Memotret Galaksi Spiral Yang Menakjubkan

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali mengeluarkan foto spektakuler galaksi di ruang angkasa.

NASA melalui Teleskop Hubble mengabadikan foto menakjubkan, sebuah galaksi spiral yang jaraknya triliunan mil dari Bumi.

Galaksi yang dinamakan NGC 4911 berbentuk melingkar, seperti roda. Galaksi itu terletak 320 juta cahaya dari Bumi -- tepatnya di 'Coma Cluster' -- yang terdiri dari 1.000 galaksi dan kumpulan bintang-bintang yang mirip dengan Galaksi Bima Sakti.

NASA memberi judul gambar itu, 'Island Universe' atau 'Pulau Alam Semesta' -- menunjukkan wajah megah galaksi spiral di konstelasi Coma Berenices utara, di tengah lautan bintang-bintang.

Galaksi ini terdiri dari jalur yang kaya debu dan gas di dekat pusat lingkaran galaksi.

Juga siluet cahaya dari gugus bintang yang baru lahir dan awan hidrogen merah muda, yang mengindikasikan formasi pembentukan bintang masih berlangsung, belum mandeg.

Ilmuwan NASA mengatakan, kluster ini adalah salah satu koleksi terpadat dari galaksi terdekat di alam semesta. Dan akibat dari kepadatan ini, masing-masing galaksi seringkali berinteraksi secara 'sengit'.

Gambaran dengan warna natural dirilis oleh NASA dengan cara mengkombinasikan data dari tahun 2006, 2007, dan 2009. NASA juga merilis foto galaksi ini dengan resolusi tinggi.

Foto ini diambil menggunakan kamera termutakhir Hubble, Wide Field Planetary Camera 2 dan Advanced Camera for Surveys -- yang butuh exposure time selama 28 jam

Formasi tipis panjang, yang terlihat di sepanjang "lengan" dari galaksi utama, adalah hasil dari melintasnya galaksi terdekat, yang 'dengan bahaya' mendekat satu sama lain.

"Kamera beresolusi tinggi Hubble, dipasang agar memungkinkan untuk mengamati detail-detail samar", kata juru bicara NASA, seperti dimuat Telegraph

Hubble menangkap imej galaksi spiral di 'Coma Cluster', 320 juta tahun cahaya dari Bumi.
READ MORE » Hubble Memotret Galaksi Spiral Yang Menakjubkan

Hayabusa Membawa Partikel Alien?

-- Kejutan diperoleh dari kapsul Hayabusa -- satelit luar angkasa buatan Jepang yang bertugas membawa sampel asteroid ke Bumi.

Ilmuwan mengaku menemukan partikel kecil yang diduga berkaitan dengan kehidupan ekstraterresterial atau alien di luar Bumi. Partikel itu ditemukan dalam tabung berdiameter 40 cm dan tinggi 20 cm yang dibawa Hayabusa.

Analisa menggunakan mikroskop elektronik menunjukkan, partikel tersebut mengandung karakteristik yang berbeda dari debu atau bubuk alumunium yang dikumpulkan Hayabusa.

Belum diketahui apa dan dari mana asal partikel tersebut. Namun, surat kabar Jepang, Yomiuri dan Kyodo memuat informasi bahwa, partikel tersebut diyakini berasal dari Bumi.

Staf badan antariksa Jepang atau Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) diharapkan menjelaskan detail temuan tak biasa ini. Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut.

Para ilmuwan JAXA selama ini telah mengidentifikasi partikel-partikel kecil yang dikumpulkan Hayabusa -- yang diyakini sebagai debu asteroid.

Ilmuwan berharap sampel asteroid itu bisa menguak rahasia mengenai asal-usul tata surya.

Hayabusa yang berarti 'Elang' dalah Bahasa Jepang diluncurkan pada 2003 dan menjadi satelit pertama manusia yang mendarat di atas asteroid dan mengumpulkan partikel-partikelnya.

Sejumlah insiden terjadi. Misalnya, Hayabusa gagal menyalakan proyektil di permukaan asteoid -- agar debu terkumpul dan bisa diambil. Namun, ilmuwan Jepang berharap, partikel debu yang dikumpulkan cukup signifikan untuk diteliti.

Meski menemui kendala teknis -- termasuk kerusakan giroskop dan kebocoran bahan bakar - ahli berharap bahwa Hayabusa telah menjalankan misinya.

Kini, staf JAXA sedang memeriksa sampel di dalam tabung multilayer bekerja sama dengan peneliti badan antariksa Amerika Serikat, NASA.

Juru bicara JAXA sejauh ini menolak berkomentar tentang partikel aneh ini. Hasil akhir penelitian sampel tidak dijamin bisa keluar dalam waktu beberapa bulan.

****

Diluncurkan 2003, satelit buatan Badan Antariksa Jepang atau Japanese Aerospace Exploration Agency (JAXA) ini mendarat dan mulai menjelajah asteroid 25143 Itokawa pada 2005 selama 30 menit, sebelum memulai perjalanan panjang pulang ke Bumi.

Hayabusa mendarat di pedalaman Adelaide, Australia pada Senin 14 Juni 2010 setelah melakukan perjalanan selama tujuh tahun sejauh 6 miliar kilometer dari Bumi.

Selain soal tata surya, para ilmuwan berharap contoh batu yang dibawa Hayabusa akan menjawab teka-teki, apa yang tidak kita ketahui tentang asteroid.

Termasuk, seberapa besar ancaman batu luar angkasa itu bagi Bumi.

Salah satunya, Asteroid Aphopis yang diperkirakan sangat dekat dengan Bumi pada 13 April 2036. Meski NASA memprediksikan Aphopis masih dalam jarak aman, 18.300 kilometer di atas permukaan bumi, ukuran asteroid itu dua kali lapangan sepakbola.

Partikel ditemukan dalam tabung berdiameter 40 cm dan tinggi 20 cm yang dibawa Hayabusa
READ MORE » Hayabusa Membawa Partikel Alien?