Webmaster SEO Tools

Free xml sitemap generator

Halaman

Tampilkan postingan dengan label Berita Daerah Ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Daerah Ku. Tampilkan semua postingan

6 Permainan Khas Indonesia yang hampir punah

Sesuai dengan judulnya ,dulu waktu kita masih kecil pasti udah pernah ngerasain main permainan yang saya sebutin dibawah ini tapi ga tau kenapa sekarang saya udah hampir ga pernah lagi ngeliat ada anak2 kecil yang main permainan ini,makanya saya kasih judul permainan yang terlupakan,tapi sekarang ga tau juga dech kalo didaerah kalian masih banyak yang main permainan ini moga aja ada mungkin kalo ada permainan yg belum kesebut,saya terima kasih bgd kalo ada yang mao nambahin

1.GALASIN


Galah asin atau di daerah lain disebut galasin atau gobak sodor adalah sejenis permainan daerah asli dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segi empat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.

2.CONGKLAK


Congklak adalah suatu jenis permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh indonesia.Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan.
Congklak memiliki nama yang berbeda-beda di berbagai daerah,di malaysia permainan ini lebih dikenal dengan nama congklk dan istilah ini juga dikenal di beberapa daerah di Sumatera dengan kebudayaan melayu. Di jawa, permainan ini lebih dikenal dengan nama congklak, dakon, dhakon atau dhakonan. Selain itu di lampung permainan ini lebih dikenal dengan nama dentuman lamban sedangkan di Sulawesi permainan ini lebih dikenal dengan nama mokaotan, maggaleceng, aggalacang dan nogarata. Dalam bahasa Inggris, permainan ini disebut mancala.

3.PETAK UMPET


Permainan ini bisa dimainkan oleh minimal 2 orang,namun jika semakin banyak yang bermain maka akan menjadi semakin seru.

Cara bermain :

Dimulai dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apa saja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di jakarta ada yang menyebutnya inglo, di daerah lain menyebutnya bon dan ada juga yang menamai tempat itu hong). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut.

4.GASING


Gasing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkeseimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib.

Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan.

Gerakan gasing berdasarkan efek giroskopik. Gasing biasanya berputar terhuyung-huyung untuk beberapa saat hingga interaksi bagian kaki (paksi) dengan permukaan tanah membuatnya tegak. Setelah gasing berputar tegak untuk sementara waktu, momentum sudut dan efek giroskopik berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya bagian badan terjatuh secara kasar ke permukaan tanah.

5.KELERENG



Kelereng (atau dalam bahasa jawa disebut nèkeran) adalah mainan kecil berbentuk bulat yang terbuat dari kaca, tanah liat, atau agate. Ukuran kelereng sangat bermacam-macam. Umumnya ½ inci (1.25 cm) dari ujung ke ujung. Kelereng dapat dimainkan sebagai permainan anak, dan kadang dikoleksi, untuk tujuan nostalgia dan warnanya yang estetik.

6.EGRANG


Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal. Di dataran banjir maupun pantai atau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser. Jangkungan telah dibuat selama ratusan tahun.

semoga kelak anak-anak kita masih bisa menikmati permainan di atas amin :)
READ MORE » 6 Permainan Khas Indonesia yang hampir punah

Water Park Bojongsari Indramayu Diresmikan




Indramayu - Penantian masyarakat Indramayu untuk bisa menikmati objek wisata Water Park Bojongsari akhirnya terlaksana pada hari Jum'at (23/10), setelah objek wisata tersebut secara resmi dibuka langsung oleh Bupati Indramayu DR. H. Irianto M.S. Syafiuddin. Pembukaan objek wisata tersebut mendapat perhatian yang cukup besar dari masyarakat Indramayu apalagi pembukaannya sempat tertunda karena berbagai hal.

Sejak pagi masyarakat Indramayu sudah memenuhi tempat tersebut, padahal pembukannya baru dilakukan pada pukul 15.00 Wib, dan begitu pintu dibuka masyarakat yang sudah tidak sabar langsung menyerbu masuk dan langsung berenang ke berbagai jenis kolam yang sudah tersedia.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu Drs. Apriyanto dalam paparannya mengungkapkan, objek wisata Water Park ini berdiri dilahan seluas 15 hektar dan berada di dua kecamatan yakni Indramayu dan Sindang. Dalam tahap pembangunannya dimulai sejak tahun 2006 yang lalu diawali dengan pengadaan tanah yang mencapai 8,8 miliar, selanjutnya tahun 2007 dikucurkan dana sebesar 5,4 miliar, 2008 sebesar 2,6 miliar dan tahun 2009 sebesar 3,4 miliar.

Dengan adanya objek wisata ini, lanjut Apriyanto diharapkan akan terjadinya pergerakan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitarnya dan juga terciptanya lapangan kerja yang bisa mempekerjakan masyarakat sekitar objek wisata itu. Dismping itu, pemasukan dari tiket bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar.

Sementara itu Bupati Indramayu DR. H. Irianto M.S. Syafiuddin dalam sambutan pembukaanya mengatakan, keberadaan objek wisata ini sangat strategis karena memanfaatkan fungsi dari waduk Bojongsari yang bukan hanya dijadikan sebagai sarana olahraga dayung semata, namun juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lain.

Diareal ini, lanjut bupati, nantinya juga akan dibangun berbagai fasilitas penunjang yang diharapkan menarik minat pengunjung diantaranya areal outbond, rumah Iptek, dan fasilitas lainnya. Dan bagi masyarakat Indramayu diharapkan pula bisa menjaga dan memlihara objek wisata ini, serta bisa mempromosikannya kedaerah lain.
Asik akhirnya ada water park juga di INDRAMAYU.
READ MORE » Water Park Bojongsari Indramayu Diresmikan

MANGGA GEDONG GINCU INDRAMAYU

Mulai berpikir berpindah ke tanaman buah? Ini pilihannya: Mangga gedong gincu. Mangga dengan warna kuning ke merah–merahan ini adalah produk andalan Indramayu, Jawa Barat. Berikut ini pengalaman wartawan Indosiar yang ditayangkan di Kisi-Kisi:


Mangga gedong gincu, dengan warna kuning ke merah – merahan, merupakan produk andalan perkebunan Indramayu, Jawa Barat. Mangga ini memiliki ciri khas, bentuk buahnya kecil dan bulat. jika dicium baunya harum.

Saat sedang musim panen seperti sekarang, mangga gedong gincu banyak dijajakan para pedagang di pinggir jalan disekitar wilayah Indramayu. Sehingga kerapkali dijadikan oleh - oleh bagi para pelintas yang sedang melalui jalur pantura diwilayah Indramayu.

Lokasi perkebunan mangga gedong gincu dari Jakarta dapat di tempuh melalui jalan Tol Jakarta – Cikampek. Keluar di pintu tol lalu perjalanan dilanjutkan ke Indramayu melalui jalur Pantura. Lama perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor sekitar 4 jam. Begitu mendekati lokasi perkebunan, para pedagang mangga gincu tampak di sepanjang jalan.

Salah seorang petani yang menanam mangga gedong gincu adalah Pak Haji Asnawi. Dia telah berkebun mangga gincu tahun 1973 lalu, dengan luas lahan mencapai 25 hektar. Saat ini sedang memasuki awal musim panen, sehingga begitu memasuki kebun mangga Pak Haji Asnawi, buah mangga bertebaran di mana - mana.

Berkebun mangga gedong gincu tidak terlalu sulit. Jarak antar tanaman sekitar 8 hingga 10 meter. Sehingga untuk satu hektar lahan dapat ditanam sebanyak 100 sampai 150 pohon mangga.

Tidak semua bakal buah dibiarkan tumbuh. Hanya bakal buah yang berkualitas baik saja yang dibiarkan berkembang. Sedangkan bakal buah yang kurang baik dibuang. Berbeda dengan mangga jenis lain, panen mangga gedong gincu dilakukan bertahap. Hanya buah yang telah berwarna kuning kemerah - merahan saja yang dipanen.

Saat panen raya, setiap pohon mangga gincu yang telah berusia 15 sampai 20 tahun, akan menghasilkan buah sebanyak 1 ton. Pohon yang telah berusia tua umumnya tinggi – tinggi. Pemetikan buahnya dilakukan dengan cara naik ke atas pohon.

Buah dipetik dengan menggunakan bantuan galah dan jarring. Lalu buah dimasukkan kedalam keranjang. Melihat buah mangga banyak bergelantungan di pohon, saya jadi tertarik untuk merasakan kelezatannya.

Buah mangga yang telah dipetik dikupas dengan menggunakan pisau. Mangga gincu yang telah dikumpulkan kemudian dimasukkan ke dalam keranjang dan dibawa dengan sepeda motor menuju tempat pengepakan.

Di tempat pengepakan mangga disortir. Hanya mangga yang berkualitas baik saja yang akan dikirim ke pasar. Mangga yang telah dipilih kemudian ditimbang. Lalu dimasukkan ke dalam peti.

Mangga gedong gincu ini tidak saja dipasarkan ke wilayah sekitar Indramayu, tetapi juga ke kota - kota lain, seperti Bandung dan Jakarta. Sedangkan ekspor dilakukan ke Singapura dan Negara - negara di Timur Tengah. Harganya sekitar 22 ribu rupiah per kilogram.

Kini saya kembali ke kebun mangga. Mencoba membantu para pekerja di kebun yang sedang memanen buah mangga gincu diatas pohon. Pohon mangga gincu di kebun ini cukup produktif. Pada saat musim panen seperti sekarang, setiap harinya tidak kurang dari 6 hingga 7 ton buah mangga gincu dikirim ke pasaran.
READ MORE » MANGGA GEDONG GINCU INDRAMAYU

Peserta Rakyat Ketemu Camat Peroleh Koran Gratis

Indramayu, Pelita
Diberikannya media cetak pada peserta rakyat ketemu camat (RKC), benar-benar sangat membantu dalam rangka menginformasikan semua aktivitas pembangunan di Kabupaten Indramayu. Hal ini dikatakan Camat Cantigi Ir Akhmad Budiharto, MM pada acara RKC bersama puluhan warganya, Jumat (20/11).
Menurut Camat, kehadiran surat kabar yang dibagi secara gratis di acara RKC, sejalan dengan program keharusan memberi informasi bagi penyelenggara pemerintah daerah (IPPD) sebagaimana dicanangkan Bupati Indramayu, DR H Irianto MS Syafiuddin.
Saya akui ada perkembangan wawasan masyarakat Cantigi khususnya peserta RKC setelah diberikan informasi secara langsung melalui para Kepala UPTD kecamatan, apalagi hadirnya informasi tertulis melalui media surat kabar, ujar Camat.
Menurutnya, inovasi dan inspirasi itu timbul sejalan dengan hasil mendengar aspirasi rakyat dalam forum RKC. Dalam perkembangannya, peserta RKC tidak saja melulu memosisikan diri bersikap cengeng untuk meminta bantuan materi, namun melihat dunia informasi pun menjadi tuntutan kebutuhan mereka, urai Camat yang biasa disapa Camat Budi.
Seperti biasa, RKC yang diselenggarakan tiap hari Jumat selalu menghadirkan perwakilan warga dari enam desa (Cangkring, Lamarantarung, Cantigi Wetan, Cantigi Kulon, Panyingkiran Lor, dan Panyingkiran Kidul).
Mereka dibekali informasi tentang syarat umur perkawinan, musim tanam padi gogo, keberhasilan Bupati Yance dalam membangun bidang pendidikan dan kesehatan, dan informasi tentang tata cara pembuatan kartu tanda penduduk (KTP).
Mengenai lambatnya pembuatan KTP, dijelaskan staf kecamatan, Endang, sebagai akibat sistem informasi kependudukan (SIK) yang diberlakukan pemerintah pusat, bukan karena akibat manajemen Pemkab Indramayu. Bayangkan, sejak SIAK diberlakukan di Indramayu pada 6 Juni 2009, dalam satu hari hanya melayani delapan KTP saja, jelas Endang.
Banyak faktor menurutnya sebagai biang keterlambatan, diantaranya soal louding (akses) yang lama, dan tenggat verifikasi lama karena harus bolak-balik ke Kantor Disdukcapil, karena data yang disuguhkan pemohon KTP tidak lengkap.
Semisal status janda cerai bukan karena kematian, maka si pemohon KTP harus mencantumkan akta cerainya. Bayangkan kalau si pemohon itu dari Kecamatan Gantar, maka setidaknya harus menempuh jarak sekitar bolak balik 160 km, urainya.
Carman (48) sebagai salah seorang peserta dari Desa Cangkring mengatakan, karena RKC ini saya jadi tahu dan paham usaha pemerintah daerah untuk melayani masyarakatnya sudah sedemikian maksimal, terang Carman sambil membawa bantuan berupa alat-alat sekolah dan surat kabar Pelita, bersama Haliyah, Warsiyem, dan Carminih
READ MORE » Peserta Rakyat Ketemu Camat Peroleh Koran Gratis

DPRD Karawang Studi Banding ke Indramayu


Indramayu - Berbagai program dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Indramayu terutama dalam sektor perekonomian, perbankan, dan kesejahteraan kembali dijadikan contoh oleh daerah lain. Kali ini pada Senin (16/11) siang yang melakukan studi banding ke Indramayu adalah DPRD Kabupaten Karawang dan diterima Asisten Bidang Pemerintahan Giri Priyono dan wakil ketua DPRD Abdullah Tohir diruang Data 2 Setda Indramayu.

Wakil Ketua DPRD Karawang Ir. Teddy Lutfhiana mengatakan, kunjungan kerja dan studi banding ke Kabupaten Indramayu ini sebagai upaya untuk belajar dari daerah lain yang lebih maju dari daerahnya. Dipilihnya Kabupaten Indramayu, kata Teddy, karena daerah ini telah banyak kemajuan yang sangat pesat. Selain itu juga karena Pemerintahan Indramayu memiliki tujuan untuk mensejahterakan masyarakatnya yang dituangkan dalam visi Indramayu Remaja.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Karawang Drs. Yoes Taufik yang banyak menanyakan tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan retribusi pasar daerah.di wilayah Indramayu. Kemudian juga yang menjadi bahan studi banding adalah mengenai retribusi parkir yang selama ini banyak ditemukan masalah di wilayah Karawang.
Sementara itu Asisten Bidang Pemerintahan Setda Indramayu Giri Priyono menjelaskan, banyaknya daerah lain yang belajar atau studi banding ke Indramayu bukan berarti Indramayu lebih baik, namun diharapkan saling belajar kelebihan dan kekurangan dengan daerah lain.”Saya ucapkan terima kasih bagi daerah lain yang banyak belajar ke Indramayu, jika itu bermanfaat bagi daerahnya silahkan diterapkan,” kata Giri
READ MORE » DPRD Karawang Studi Banding ke Indramayu

Budaya dan Tradisi Indramayu

Budaya dan Tradisi Indramayu

Indramayu memiliki potensi wisata yang lengkap, baik wisata Alam, wisata Ilmu Pengetahuan dan teknologi (IPTEK), wisata Agro dan Wisata Rohani.
Selain itu Indramayu kaya akan potensi seni dan budaya yang beragam serta trdisi lama yang masih hidup dan berkembang dimasyarakat seperti Upacara adat Ngarot dan Nadran.

Sintren



Sintren atau Lais merupakan salah satu kesenian rakyat yang masih tetap hidup dan berkembang dimasyarakat pesisir, terutama Pantai Utara. Selain nuansa magis, kurungan ayam, menjadi daya tarik dari kesenian Sintren. Juga alat musik yang khas berupa buyung, kendi dan bumbung atau batang bambu.



Tari topeng




Gerak tari yang khas, kostum yang berciri Topeng spesifik, membedakan tari Topeng Dermayon dibandingkan dengan daerah lain. Indramayu memiliki seorang maestro tari Topeng yaitu Ibu Rasinah (74 tahun) warga Desa Pekandangan yang sudah banyak tampil di mancanegara.

Tarling




Tarling merupakan seni musik dan lagu yang pada awalnya ditampilkan dalam bentuk nyanyian (kiser) yang diiringi oleh gitar dan suling saja.
Sejalan dengan perkembangan zaman, kesenian tarling mengalami perkembangan dan perubahan yang cepat. Saat ini tarling sudah dilengkapi dengan alat-alat musik yang modern. Kendatipun demikian Tarling klasik masih banyak diminati oleh wisatawan.

Genjring Akrobat




Salah satu jenis kesenian tradisional masyarakat Indramayu adalah merupakan pertunjukan berupa akrobat/atraksi dengan media tangga, sepeda beroda satu dan sebagainya.
Kesenian Genjring Akrobat dalam penyajiannya diiringi alat musik Genjring/Rebana dengan dilengkapi tari Rudat.


Wisata Kota




Monumen Kijang berdiri tegar dipersimpangan jalur jalan masuk ke kota Indramayu dari arah Cirebon, merupakan gambaran sejarah dari Kijang Emas yang menuntun dan menunjukan arah letak Pedukuhan di Muara Kali Cimanuk yang menjadi cikal bakal Kabupaten lndramayu.
Pusat kota atau dikenal Alun-alun, sekaligus sebagai pusat pemerintahan daerah merupakan centre point Kota Indramayu.
Pada sore hari terutama malam minggu kawasan ini menjadi ramai dikunjungi terutama oleh kawula muda. Pusat kota Indramayu dilintasi oleh sungai Cimanuk yang kini telah berubah menjadi taman kota.
Bekas sungai Cimanuk ini merupakan salah satu bukti sejarah pada awal masa pembangunan pedukuhan dimuara sungai Cimanuk oleh Raden Aria Wiralodra yang kini bernama Indramayu.
Indramayu merupakan Kota Pesisir dijalur Pantai utara yang merniliki posisi strategis yang sekaligus menjadi tempat transit, sehingga kota Indramayu menjadi persinggahan atau tempat tujuan wisata.
Untuk itu Kota lndramayu memiliki Hotel dan tempat peristirahatan yang cukup representatif untuk dikunjungi dan dinikmati yang dilengkapi pula dengan tempat hiburan yang berciri khas daerah Indramayu atau modern.


Cindera Mata



Batik Tulis Paoman



Batik yang berciri khas pesisir, memiliki corak yang berbeda dengan batik daerah lainnya. Perpaduan antara kepercayaan, adat istiadat, seni dan lingkungan kehidupan daerah pesisir, ditambah lagi adanya pengaruh dari luar, seperti Cina, Arab dan Timur Tengah, Hindu-Jawa serta Eropa ikut mempengaruhi terbentuknya motif dan karakter batik tulis pesisir.
Industri kerajinan batik tulis ini terdapat di Kelurahan Paoman, Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu dan Desa Terusan Kecamatan Sindang. Kualitas dari batik yang mem punyai ±200 motif ini telah mampu menembus pasaran internasional, terutama para kolektor batik dari mancanegara.




Kerajinan Bordir






Kerajinan bordir berkembang cukup pesat di Indramayu, terletak di Desa Sukawera, Kecamatan Widasari ±22 Km dari Kota Indramayu. Hasil produksinya mampu memenuhi permintaan pasar regional dan Nasional.
So, Indramayu merupakan daerah yang sangat menarik untuk dikunjungi bukan? Apalagi letaknya yang sangat strategis, disepanjang jalan pantura. Sembari anda menikmati perjalanan ke Jawa atau Jakarta, anda bisa mampir sejenak untuk menikmati kota Indramayu nan Asri.
READ MORE » Budaya dan Tradisi Indramayu

Nadran, Tradisi Daerah Pesisir Indramayu


Indramayu, Pelita
Kelansungan pencitraan budaya daerah tergantung pada upaya dari insan yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya tersebut. Seperti halnya, tradisi Nadran yang kerap kali dilakukan oleh masyarakat pesisir Indramayu sebagai pencurahan ucap syukur kepada sang pencipta. Tradisi yang terjunjung tinggi oleh kaum nelayan ini digelar Jumat (1/8) siang.
Gelaran acara yang dimotori oleh KPL Mina Sumitra ini mengawali acara pembuka di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong.
Ono Surono, Ketua KPL Mina Sumitra, Agus (Manajer umum KPL Mina Sumitra), Ir Hakim (Kadis Perikanan dan Kelautan Kab. Indramayu), Sudiharto (perwakilan dari KPM), Eka Tarika (Kuwu Karangsong), dan beberapa tokoh masyarakat turut hadir menyemarakan acara pelestarian tradisi daerah ini.
Sebelum menginjak pada acara inti, yakni pemberangkatan rombongan untuk melarung Meron (miniatur perahu nelayan) di tengah laut. Ono menuturkan dalam sambutannya bahwa acara ini tergelar atas prakasa dari para nelayan, bakul (tengkulak), dan juragan yang saling bahu-membahu mengumpulkan sejumlah dana tak kurang dari Rp50 juta demi kelangsungan acara bertradisi daerah ini.
Penyelenggaraan Nadran merupakan limpahan wujud syukur kepada Tuhan atas curahan karunia yang telah dilimpahkan. Disamping itu, upaya pelestarian budaya daerah yang harus tetap dijaga dan dipelihara, serta ajang mengikat tali silahturahmi diantara para nelayan, bakul, dan juragan.
Diuraikan lebih jauh menyangkut silahturahmi, Ono menambahkan, demi terjalinnya rasa kebersamaan, khususnya bagi anggota KPL Mina Sumitra. Dia mengimbau agar para juragan segera mungkin menyerahkan data tentang jumlah ABK dan juru mudi untuk diajukan kepengurusan asuransi. Dan jagan kuatir terkait biayanya, semuanya telah dianggarkan KPL Mina Sumitra, alias gratis! ujarnya. Disusul sambutan dari perwakilan KPM, Sudiharto, berharap, setelah dilangsungkannya acara Nadran ini, para nelayan lebih tergugah dalam beraktivitas.
Setelah itu, acara pelepasan Meron dilakukan dengan ditandai kata komando dari Hakim (Kadiskanla). Secara serta merta ratusan orang yang hadir turut andil menyongsong Meron untuk dipindahkan ke kapal Tongkang. Selanjutnya, tongkang diberangkatkan menuju ke tengah samudra dengan diiringi oleh beberapa kapal lainnya.
Gulungan ombak tidak menyurutkan langkah dalam mengiring Meron ketengah samudra. Sesekali rombongan yang turut serta dalam acara Nadran tersebut terguyur deburan ombak. Ditandai dengan sedikit ketenangan ombak yang datang, pertanda posisi telah ditengah samudra, maka Meron dilepas dan dilarung.
Tidak sedikit nelayan yang langsung nyebur ke laut untuk memperebutkan sajian yang ada dalam Meron. Dan ini merupakan acara puncak dalam pelaksanan tradisi Nadran.
READ MORE » Nadran, Tradisi Daerah Pesisir Indramayu

Pemisahan Wilayah Cirebon Dan Sekitarnya

Cirebon, (Pakuan).- Pemisahan wilayah Cirebon dan sekitarnya menjadi provinsi baru merupakan agenda masyarakat Cirebon sejak 2002, bukan sekedar luapan emosional para petinggi Cirebon. Bahkan sejumlah akademisi sudah melakukan kajian-kajian tentang potensi wilayah Cirebon jika dipisahkan dari Provinsi Jabar. Demikian diungkapkan putra mahkota Keraton Kasepuhan PRA Arief Natadiningrat.“Rencana ini sudah bergulir sejak 2002 lalu.

Bahkan saat itu beberapa seluruh unsur DPRD yang berada di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) sudah menandatangani kesepakatan pemisahan dari Provinsi Jabar,” beber Arief. Namun kesepakatan itu belum ditandatangani Bupati/ Wali Kota yang berada di wilayah Ciayumajakuning. Arief menjelaskan, pemisahan wilayah Cirebon ini tidak ada hubungannya dengan kegagalan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin (Yance) menjadi calon wakil gubernur dari Partai Golkar.

Namun tak menutup kemungkinan hal itu jadi pemicu pemisahan Cirebon yang sudah digalang sejak lama. Ditegaskan Arief, saat ini masyarakat Cirebon tidak perlu statement yang membakar emosi untuk menyuarakan pemisahan ini. “Saat ini kita tidak bisa berkutat di statement dan hanya sekadar emosi saja. Namun yang perlu dilakukan adalah langkah-langkah konkret yang seharusnya segera ditindaklanjuti,” ujarnya. Arief menerangkan, sejak bergulirnya pemisahan wilayah Cirebon dari Jabar pada 2002 lalu, beberapa elemen masyarakat di Cirebon sudah melakukan serangkaian kajian melalui seminar dan diskusi terbuka.

“Jika dilihat dari SDM, SDA, dan kesiapan infrastruktur, wilayah Cirebon sudah layak memisahkan diri dari Jabar. Itu diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya. Seorang anggota DPR dari Partai Golkar dari daerah pemilihan wilayah Cirebon, Enggar Triasto Lukito, menganggap hingga 2009 mendatang pemekaran wilayah ini tidak mungkin direstui pemerintah pusat.”Kalau kita melihat kondisi realistis, hingga 2009 nanti pemekaran ini tidak akan mungkin terealisasi.

Namun, kalau itu merupakan aspirasi rakyat,tentu harus melalui proses kajian-kajian,” papar Enggar saat menghadiri silaturahmi kader Partai Golkar di Hotel Prima Cirebon akhir pekan lalu. Dijelaskannya, hingga 2009 nanti pemerintah akan terkonsentrasi pada masalah undang-undang politik, pemilihan kepala daerah, dan agenda lain.
READ MORE » Pemisahan Wilayah Cirebon Dan Sekitarnya

Danger Indramayu Bakal Tenggelam Tidak Lama Lagi


INDRAMAYU, KOMPAS.com — Tanjung Indramayu telah tenggelam akibat abrasi yang tidak bisa dikendalikan, baik oleh masyarakat sekitar maupun Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

"Pengikisan pantai terus terjadi setiap tahunnya dari peta tahun 2004 masih terlihat ada Tanjung Indramayu. Di tanjung tersebut terdapat dua daratan yaitu Pancar Payung dan Pancar Belah, tetapi pada tahun 2009 sudah tidak tampak, semua berubah jadi lautan," kata Kepala Pelabuhan Indramayu, Sukiman, di Indramayu.

"Tanjung Indramayu memiliki panjang sekitar 3.600 meter dan lebar 1.800 meter telah berubah menjadi lautan, peristiwa tersebut sangat mengkhawatirkan daratan yang masih ada, kalau pihak terkait tidak berupaya mempertahankannya maka semua bibir pantai akan hilang," katanya.

"Untuk lima tahun ke depan bisa terjadi lebih parah, maka dari masyarakat serta pemerintah harus segera melakukan pencegahan lebih awal, supaya daratan yang ada bisa dipertahankan," katanya.

"Saat ini masyarakat di kawasan pantai utara Indramayu belum menyadari serta tidak pernah peduli terhadap pantai dan lingkungan di sekitarnya, maka dalam hitungan waktu yang singkat telah terjadi kerusakan pantai," katanya.

"Solusi untuk mengantisipasinya antara lain, menanam pohon bakau, mangrove, juga menghindari pengerukan bibir pantai yang sering terjadi di kawasan pantai Indramayu, dalam permasalahan ini masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama untuk mempertahankan daratan tersebut," katanya.

"Dalam mempertahankan daratan masyarakat harus peduli terhadap lingkungan juga harus bisa memeliharanya, apabila hal tersebut tidak diperhatikan maka Indramayu akan tenggelam dalam waktu yang tidak lama lagi," katanya.

"Tanjung sangat diperlukan untuk sebuah pelabuhan karena fungsi dan manfaatnya sangat banyak seperti bisa menahan apabila terjadi angin dari timur, lahan bongkar muat kapal juga sebagai penahan gelombang," katanya.

"Selain Tanjung Indramayu, masih banyak daratan yang akan mengalami hal serupa seperti bibir pantai di daerah Sukra yaitu Sumur Adem di mana lahan tersebut dijadikan proyek pembangkit listrik tenaga uap," katanya.

"Yang paling jelas terlihat yaitu kawasan wisata bahari Tirtamaya yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Indramayu, pada tahun 1997 masih ada daratan untuk sarana pengunjung, tapi untuk saat ini daratan tersebut berubah menjadi lautan," katanya.
Jadi Kita Harus Bekerja Sama Agar INDRAMAYU Tidak Tenggelam ^^
READ MORE » Danger Indramayu Bakal Tenggelam Tidak Lama Lagi

Rencana Pembentukan Provinsi Cirebon

CIREBON, KOMPAS.com - Demi suksesnya pembentukan Provinsi Cirebon diperlukan dana sekitar Rp 5,5 miliar, kata Koodinator Presedium Pembentukan Provinsi Cirebon (P3C) Nana Sudiana.

Ia mengatakan hal itu kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dan P3C di Sumber, ibu kota Kabupaten Cirebon, Senin. "Selama ini anggaran yang kami keluarkan untuk memperjuangkan Provinsi Cirebon hanya dari dana swadaya. Namun, untuk melakukan kajian dan persiapan tentunya kemampuan kami sangat terbatas. Karena itu kami meminta bantuan kepada pemerintah kota/kabupaten di wilayah Cirebon untuk mendanai kelangsungan program yang kami usung," katanya.

Menurut dia, jika pemerintah daerah di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan atau disingkat Ciayumajakuning sudah sepakat dengan rencana pembentukan Provinsi Cirebon, diharapkan kebutuhan anggaran tersebut dapat dibantu oleh pemerintah terkait.

Menurut Nana, pihaknya sudah melakukan beberapa kajian dari berbagai aspek seperti, kesejahteraan, ekonomi, politik, sosial budaya, ekonomi, pertahanan, keamanan, sumber daya alam, sumber daya manusia, dan rentang waktu. Pada dasarnya, wilayah Ciayumajakuning sudah memenuhi sepuluh aspek tersebut.

"Kajian-kajian tersebut juga sudah pernah dilakukan oleh beberapa lembaga, di antaranya, Unpad (Universitas Padjadjaran), dan ITB (Institut Teknologi Bandung (ITB), dan hasil kajiannya memang wilayah Ciayumajakuning layak menjadi provinsi," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Nur Riyaman Novianto, mengaku, pada dasarnya pemkab Cirebon mendukung dengan rencana pembentukan provinsi Cirebon.

Hanya saja, untuk merealisasikannya tentunya harus ada kesepakatan bersama yang dibentuk oleh kepala daerah serta DPRD-nya. "Terkait permintaan anggaran, eksekutif tidak memiliki wewenang untuk mencairkannya. Namun, hal ini tentunya harus ada persetujuan dari legislatif," katanya.

Ditambahkannya, pemerintah Kabupaten Cirebon sudah menyiapkan surat rekomendasi terkait pembentukan Provinsi Cirebon. Namun, diperlukan dukungan dan persetujuan daerah lain. Karena itu, ia berharap kepala daerah dan DPRD wilayah Ciayumajakuning segera membuat komitmen bersama.

Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Aziz Ridwan, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, saat ini pembahasan pembentukan Provinsi Cirebon sudah di bahas di Pansus I tentang pemekaran. Namun, rencana ini belum dibahas di Pansus II dan III tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Karenanya, saya sudah mengusulkan agar rencana pembentukan Provinsi Cirebon ini dibahas di pansus II dan III. Hingga, rencananya terkoordinasi dan sejalan," tambahnya.
Jadi Ga ya...??
READ MORE » Rencana Pembentukan Provinsi Cirebon